Kamis, 31 Maret 2011

dua sisi

Diregangkannya mimpi, 
hingga butiran butiran asin meluruh diantara porinya
bertanya ia
"pada siapa aku kan bersandar, jika pijakan tlah patah diujung lelap"
gadis kecil dengan kamboja di helai rambutnya
tertunduk menatap tanah
menanti asa yang tak kunjung menepi
ibu tlah jauh meninggalkannya di sudut kamar sepi
ayah tak pernah lagi menepuk pundaknya dan berikan kehangatan
langkah kecilnya tertatih dari rumah ke rumah
mencari belahan jiwanya yang hilang
tak jua bertemu
hanya bersiborok pandang
dengan dua sisi mata logam
dingin dan tak berperasaan
di kibasnya angan hingga hilang dari ujung dedaun
tak lagi hijau beralaskan embun
hanya busuk melesak jauh ke dasar bumi
mencari kesejatian diri

2 komentar:

Pidri Esha mengatakan...

Hemm..mencari jati diri..:))

dewi_petir mengatakan...

berkali mendapatkannya, acapkali pula kehilangannya...senja, maukah kau bantu aku mencarinya...heuheu

Posting Komentar

About this blog