pada malam dengan bujung sangkar
kau ada berpigura senyum
melarung senyum dikulum
menjarah hatiku ke sekian kali
tahukah kekasih,
tak pernah rindu ini padam
meski malam melagukan dendam
meski terik memanah kulit dalam sekam
kubiarkan kau anggapku tak lagi mencinta
agar duka kau aku terlarut tanpa sesiapa saling memagut
agar martabat tetap berada dalam sarangnya
meski ia menjura hendak kita berdua terbangkan
pedih memang kasih
bilangan waktu yang pisahkan tak jua hilangkan rasa sayang
erat mencengkram meski samar di sembunyikan
raut muka tak pandai berdusta
sekali lagi kuredam
jika benar ini cinta pasti akan temukan sangga
jika benar namanya rindu pasti jua kan menemu
perih ini biarlah ku panggul dalam sepotong kenang

0 komentar:
Posting Komentar