Sabtu, 26 Maret 2011

seraut wajah yang kupanggil dalam diam

pada malam dengan bujung sangkar
kau ada berpigura senyum
melarung senyum dikulum
menjarah hatiku ke sekian kali

tahukah kekasih,
tak pernah rindu ini padam
meski malam melagukan dendam
meski terik memanah kulit dalam sekam

kubiarkan kau anggapku tak lagi mencinta
agar duka kau aku terlarut tanpa sesiapa saling memagut
agar martabat tetap berada dalam sarangnya
meski ia menjura hendak kita berdua terbangkan

pedih memang kasih
bilangan waktu yang pisahkan tak jua hilangkan rasa sayang
erat mencengkram meski samar di sembunyikan
raut muka tak pandai berdusta

sekali lagi kuredam 
jika benar ini cinta pasti akan temukan sangga
jika benar namanya rindu pasti jua kan menemu
perih ini biarlah ku panggul dalam sepotong kenang

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog