kau lebih licik dari ular beludak !
lemparkan fitnah seolah aku haram jaddah
sudah lupakah kehormatan yang kau tanggal
dengan jiwaku sebagai tumbal
tertawalah sayang
jadikan bodohku sebagai simbol kejantananmu
biarkan sahaja kuperam mimpi
hingga ajal menyeretku pergi
dan jiwa yang dungu ini
masih saja mencintaimu
atas segala yang kau coreng di mukaku
ampuni aku tuhan

0 komentar:
Posting Komentar