jikapun dunia menenggelamkanku
tak apa
selama aku tahu di dasar lautan
ada kau yang menungguku
dengan senyum tersimpul rindu
bersama hati semerah dadu
meski bukit luas menutupi pandang
tak apa
kerna kutahu kau selalu kenang
dan tak pernah bimbang
bertegak diatas yakinmu
pada aku yang bukan sesiapa
pada akhirnya aku[kau]
saling berbicara antar hati
meski mulut kita selalu ingkar kata
bergurat tawa menutupi isak tangis
memaki kotak yang halangi tindak laku
pun sembunyi di ke empat sudutnya
terpojok oleh telunjuk yang hujami kening
you're always on my 'mind' |

2 komentar:
Meski mulut kita selalu ingkar kata, meski apapun, tak apa :)
sungguhkah ? terimakasih ...kau buatku terharu :)
Posting Komentar