mata dewa
masih hujam lubangi kening
ceraikan akal kelilingi mahkota
biaskan rupa bisa berujung lara
selalu saja, kasih
angin bawa serta tumpahan cerita
beranak pinak bernada ragu hanyutkan harap
sedianya bermukim di hati aku kau
mengapa tak bisa
rontokkan saja akar batu
yang sekam di dasar sukma
dan mulai dari awal jumpa
rinduku
tak berhenti
di sekejapan mata
abadi di penggal wawangsalan tahta

0 komentar:
Posting Komentar