tangan silang sengketa
tegakkan fikir para raja
jabang bayi tergeletak meronta hiba tuk kembali ke pelukan ibu
cuaca kalut, tak sedikitpun bergerak patut
disibaknya lembar kisah yang hentakkan jemari
tak temui diri yang menghela desah kecewa
sudah begini suram awan menenggelam badai
hendak kemana kekasihku kan sampai !
sementara pertanyaan tak beroleh jawaban
hanya ingatkan semburat luka pada sebutir kenangan
"padamu nak, kulihat jiwa yang begitu agung"
terseok meski darah mengalir dari sela takdir
selalu saja ibu terhujam
terseret arus masa lalu yang selalu memenjara jiwa
dimana engKAU !
semua kata yang tuding diri coreng arang di pelupuk mata
tak kupercaya sedikit jua
kau udara bagi paru ku yang menjura
memanah rasa yang kau bikin binasa
namun tetap melembutkan detak
cinta di penghujung senja
bilakah kau hadir lagi bawa bahagia
atau kembali sodorkan luka
isak hanya meributkan suasa
berpuralah bahagia
atau kau gali kuburmu dipelintir nestapa
apa aku bisa
sementara rasa bersidekap enggan bicara

0 komentar:
Posting Komentar