terbukalah mata
atas semua simpul di dada
angin tlah bawanya berlari
dari cangkang yang penuh duri
menepilah sejenak
biar redam memuai cinta dalam relung sukma
meski samar sembunyi senyum, juntai rindu masih teraba
kutanya matahari
teriknya tetap mengiris iris nadi
batang telah mematah, meski sulur masih saling menjangkau
lupakanlah
lupakanlah
lupakanlah
biar hijau segala bentuk dalam purna rupa
biar tangis masih mengaliri darah
aku masih genggam cinta meski belati tancap di tengkuknya
sempurnalah dalam pedihmu, aku tetap disini
memelukmu dalam liang sunyimu
selalu, sayang

4 komentar:
puisinya indah...saya suka...^_^
makasih yaa Andri...aku juga suka tulisanmu, keren2 bgt :)
dah bisa...hehe
hihihi......kok km gada potonya sih :p
Posting Komentar