tiba di sebuah catatan penuh luka
kau hadir tikam tanya bertudung praduga
"tabula rasa, putihmu ternoda cinta"
tutur ku waktu itu, di sebuah untaian aksara bermandikan lara
dengan kejam kau sanggah dan tuding aku khianati ungkapan
ku berkilah dengan liukan angin yang menerpa kerasnya wajah
dengan mata melotot dan ngotot cari pembenaran atas diri
pundi kata bermakna ganda berserakan di awal jumpa
berakhir damai di malam bergemintang cerlang
jabat hati bersambut simpul silaturahmi
pelan dan semakin dalam kau masuki lintang bujur nadi
kakak tertua
betapapun sanjungmu kadang tak suai dengan rapuhnya diri
tak ayal buatku bangkit dan bertegak diatas sendi nyeri
meski kau hardik tetesan kata yang mengoar tak terdidik
tetaplah kau ulurkan tangan bantu aku temukan tiang pijak
tak perlu ku ucap terima kasih
kau tahu ku selalu bersyukur atas ikhlasmu
yang sering bergantian kita membolak balik 'paranoid' dalam jiwa
semogalah ikatan selalu jerat kebenaran hakiki

1 komentar:
adek tertuaaaa..... hihi... apa kabarrrrrrrrrrrr B-)
Posting Komentar