dalam rimpang rasa mu cabang
tak kutemukan cintamu julang
hanya warna yang kaburkan gulita
bilakah cinta itu tlah sirna
kutuntaskan inginmu
menampik pilu di kisaran waktu
sergah hanya angan yang mematah
oleh pijar bernafaskan derai
segelintir tanya berwajah pucat pasi
torehkan badai tersaruk asa yang memburai
pantaskah diri rangkul pelangi hiasi helai mimpi
sementara dirimu dalam hati telah lepuh bersimbah peluh
tangisi rentang jarak rutuki bilangan angka
membuat harap hanya omong kosong belaka
ku bersandar pada lembar kisah
dimana dulu senyum masih bergelayut mesra
dan kini sepi begitu merangkul jiwa
rona merah wajah kehilangan bentuknya
hingga cermin menggulungnya pergi
bersama kenang yang panggil untuk ku datangi
rasa ku mati tertimbun hujat dan maki
dan gelak tawa tak kukenali lagi
hanya hening hujam ulu hati
benakku mencari siapa diriku tanpa hadirmu

0 komentar:
Posting Komentar