desir angin sampaikan salam
tentang rindu yang terpaku pada debu
tentang mimpi yang pijarkan detak nadi
dengan engkau berdegub dalam tiap ketuk
bolehkah sayang
aku tetap menutup dada ini
darimu meski getar selalu inginkan ingkar
meski cinta kerap lupakan dosa
pernah aku menebar
ketelanjangan yang kau inginkan aku tuk umbar
meski enggan hardik lalu ia terjepit
dilema antara cinta atau hanya selibat kelabui angan
mengapa sayang
aku tak boleh cintaimu dengan tirai tutupi raga
sedianya ia hanyalah rangka
takkah kau lihat jauh di dasar jiwa
ada aku terbenam dalam sepi yang kau tuai

0 komentar:
Posting Komentar