Senin, 28 Maret 2011

sunyi

terbukalah mata
atas semua simpul di dada
angin tlah bawanya berlari
dari cangkang yang penuh duri

menepilah sejenak
biar redam memuai cinta dalam relung sukma
meski samar sembunyi senyum, juntai rindu masih teraba
kutanya matahari
teriknya tetap mengiris iris nadi

batang telah mematah, meski sulur masih saling menjangkau
lupakanlah
lupakanlah
lupakanlah
biar hijau segala bentuk dalam purna rupa
biar tangis masih mengaliri darah
aku masih genggam cinta meski belati tancap di tengkuknya
sempurnalah dalam pedihmu, aku tetap disini
memelukmu dalam liang sunyimu
selalu, sayang

4 komentar:

andri K wahab mengatakan...

puisinya indah...saya suka...^_^

dewi_petir mengatakan...

makasih yaa Andri...aku juga suka tulisanmu, keren2 bgt :)

Anonim mengatakan...

dah bisa...hehe

dewi_petir mengatakan...

hihihi......kok km gada potonya sih :p

Posting Komentar

About this blog