Sabtu, 15 Januari 2011

PEREMPUAN BERSANGGUL NESTAPA;CERITA OLEH THERADEWI 4


Dug. Jantung Ling berdetak kencang,tubuhnya menggigil hebat. 
Seumur hidupnya tak pernah dia merasakan ketakutan yang begini rupa. Ling mendelosor di sudut kamar yang dingin,bibirnya bergetar merasa panik dan terancam. Waktunya kian sempit,dia tak tahu saat ini jam berapa,hanya satu yang dia sadari betul malam nanti mungkin adalah hari dimana masa depannya kan hancur total.

Terdengar suara mesin mobil diluar rumah,lalu perlahan menghilang. Seketika Ling tersadar,dia harus bergegas mencoba menyelamatkan diri dengan keluar dari tempat ini. Matanya nyalang menyapu seluruh ruangan,lemari dan laci dibukanya satu persatu mencari benda apa saja yang bisa digunakan untuk membuka pintu kamar tersebut,diingatnya film Mc.Gyver yang ditontonnya sewaktu kecil juga novel-novel lima sekawan,yang sering menggunakan pisau atau besi tajam untuk membuka kunci,tampaknya mudah saja yang dia tonton di televisi ataupun yang dia baca di novel-novel,tapi tidak pada kenyataannya. Di lemari itu Ling hanya menemukan beberapa potong piyama sutra,handuk bersih,lotion wanita,beberapa botol parfum dan jepit rambut ! 
"Mudah-mudahan bisa membuka pintu brengsek ini !" gumamnya pelan.
Diluruskannya jepit itu,kemudian dibengkokkannya dan dimasukkan kelubang kunci seraya mengucapkan segala doa pada TuhanNya.
"triiiiiiing !!!" Ling sontak melompat terkejut," oh,shit !" dasar telpon sialan ! bikin kaget orang aja sih,uh!" 
Selagi Ling sibuk mengutak katik lubang kunci tersebut,di kamar sebelah sepasang mata mengawasi segala tindak tanduknya dari cc tv,sambil sesekali menghembuskan asap rokoknya. " Teruskan Ling,aku suka semangatmu,cantik !" orang tersebut mendesis pelan.

Di kamar tidurnya yang sempit,Ra menangis sesegukan..sudah dua hari Ling menghilang,orang tua Ling pun sedang ada di luar negri hingga mungkin mereka tak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Apakah seharusnya aku bilang pada Ray perihal Abi,dia pasti akan marah besar jika tahu bahwa aku tahu namun tak memberitahukannya. Apa yang harus kulakukan Tuhan." batinnya pilu
Ra mengenal Abi sejak kecil,dia dan Abi boleh dibilang "sahabat jiwa" nya. Mereka saling menyayangi dan sering berbagi rahasia. Abi kerap menceritakan penyiksaan yang diterimanya dari Ayahnya dan sering menunjukkan padanya bilur luka dan biru lebam di sekujur tubuhnya dan anehnya Abi kerap menceritakannya sambil tertawa terbahak-bahak penuh dendam. "Kau tahu Ra,Ayahku kini kehabisan akal untuk melukaiku,aku tak lagi merasakan sakit,malah kini menikmatinya. bagaimana denganmu,Ra..bukankah kau pun sering disiksa oleh Ayah tirimu....ya,Ayah tiri bagaimanapun masih masuk akal jika melukaimu,bukan berarti dia pantas..namun coba bayangkan Ra..Ayah kandungku sendiri yang menganiaya aku,AYAH KANDUNGKU SENDIRI,RA !" saat itu,setelah Abi mentertawakan nasib jeleknya,seketika dia menangis pilu,dan Ra merasa sungguh bisa mengerti bagaimana perasaannya,karna dia pun sering terima segala macam penyiksaan dari ayah tirinya. dan tampaknya rasa senasib yang membuat mereka sangat dekat.
Ra masih ingat jelas saat duduk di bangku SMP,pada waktu pelajaran matematika,Abi menimpuk secarik kertas yang dibundel kepunggungnya berisi "Aku bosan ,Ra..Mister Cosinus itu tambah tolol aja tampaknya, Aku ingin bersenang-senang sedikit, lihat dan jangan mencoba untuk tertawa sedikitpun !!!" saat itu aku tersenyum girang,selain genius Abi pun memiliki keahlian Ventriloquist atau yang sering dikenal dengan suara perut,dia bisa mengubah suaranya jadi siapapun dan menirukan bunyi apapun sekehendak hatinya. Saat itu Abi menirukan suara anak kucing yang seolah berada di lemari kelas,sampai guru matematika kami pada waktu itu berkali-kali terlihat terkejut dan mengecek kedalam lemari untuk memeriksanya. 
Abi makin terihat 'menyimpang' kala duduk di bangku kuliah,dia sering mengajak kencan perempuan-perempuan yang entah asalnya dari mana dan selalu berakhir dengan tangisan histeris dari perempuan tersebut yang dengan lihaynya Abi selalu menawarkannya sejumlah uang yang cukup besar,cukup untuk menutup mulut perempuan yang telah di'pakai' dan disiksanya hingga babak belur. Awalnya Ra amat terkejut dan menangis karna takut pada Abi,namun Abi selalu menenangkannya dan berkata padanya,"Perempuan kotor itu pantas mendapatkan hajaranku,Ra..mereka hanya mengincar uangku,cintanya palsu. lain dengan kau Ra,kau agung bagiku dan aku takkan pernah menyakitimu..kau adalah aku,Ra ! berjanjilah untuk selalu ada di dekatku dan tetap menyayangiku!" sesudah itu Abi selalu mencumbunya dengan mesra dan penuh kelembutan,hingga Ra pun terhanyut dan seiring rasa sayangnya yang demikian besar pada Abi,mereka pun terhanyut dalam gejolak masa remaja yang penuh letupan,hingga di suatu malam naas mereka akhirnya menyatu dalam gairah yang seolah tak terpuaskan. Kala sebercak darah keperawanan Ra membasahi seprai,Abi terlihat mengejang dalam panik." Maafkan aku,Ra..aku tak bermaksud menyakitimu,sungguh ! dan Abi seketika mengamuk menghantamkan kepalanya berkali-kali pada tembok kamar. Ra meringkuk di sudut sambil menangis pelan." Tak apa,Abi..aku sayang kau,aku rela kehilangan keperawananku demi mu,Abi..tak usah gusar."
"BANGSAT ! SETAN ALAS ! BRENGSEK AKU RA,AKU TELAH MENYAKITIMU !"
"KAU ADALAH AKU,HIDUPKU,KEAGUNGANKU ! DAN AKU MERUSAKNYA,RA !"
"KAU ADALAH AKU,DAN AKU ADALAH KAU ! " Abi meraung-raung histeris sambil menghantamkan kepalanya berkali-kali di tembok kamar yang keras itu dan Ra yang mencoba menahannya sampai terjungkal karna amukan Abi yang begitu kuat. Ra sesungguhnya telah lama menyadari jika Abi sudah "sakit jiwa" sejak lama,namun Ra tak ambil perduli karna Abi selalu baik padanya dan satu satunya yang faham tentangnya,batinnya menjerit pedih. "Ya Tuhan,sayangi Abi..sembuhkan dia dari kegilaannya aku sungguh tak mampu melihatnya hancur sia-sia,Tuhan." Ra terduduk bisu di sudut kamar. Diamatinya Abi yang tertidur kelelahan sehabis mengamuk. Wajahnya yang tampan kekanakan selalu menerbitkan rasa sayang di hatinya.
Sejak saat itu mereka jarang lagi terlihat bersama,hanya beberapa pesan singkat dari Abi yang sampai kini terus diingatnya.
AKU ADALAH KAU,RA ! DAN AKAN TERUS MENJAGAMU ! AKU TAK MAU MENYAKITIMU LAGI,KEMANAPUN KAU MELANGKAH,PADA APAPUN KAU MELIHAT,DISITU ADA AKU YANG MENJAGAMU.YAKINILAH ITU.
Ra tak pernah meragukannya sedikitpun.Sering Ra mendapati Abi sedang mengamatinya dari kejauhan,dan Ra merasa tenang karenanya,meski mereka tak lagi pernah saling sapa,hati mereka berdua yang seolah telah berbicara dan saling menyayangi dengan cara yang tak lazim menurut kebanyakan orang,juga sering ketika Ra kalang kabut mencari uang untuk biaya Rumah Sakit adiknya,kerap didapatinya sebungkus amplop putih berisi uang yang lumayan besar yang dijejalkan lewat kisi jendela yang diyakininya adalah pemberian Abi.. Namun kini Abi mungkin tengah berhasrat untuk menyakiti sahabatnya Ling,dan Ra tak tahu harus kemana mencari Abi untuk mencegahnya melakukan hal yang akan juga menyakitinya karna Ra sungguh sayang pula pada Ling. Ra menghadapi dilema yang teramat pahit bagai buah simalakama ,pasti selalu ada yang dikorbankan. Dan Ra tak mau satupun dari sahabatnya terluka. Detak jam didinding seakan mengejek nestapa yang menimpanya.



( BERSAMBUNG )

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog