kau jentikkan rayu
pada kelopak bunga yang termangu
kilatan dendam terhampar
di sejauhnya pandang
usahamu sia belaka, sayang
aku tak lagi cemburu
meski harumnya terus kau buru
ku hanya senyum tersipu
masihkah kau ragu akan ada mu
di dada ini yang meski ku cungkil tetap slalu disini
rasa ku telah kurejam hingga tak tersisa setitik arang
tuturmu beralaskan pilu tentang aku dimana kau menuju
sudahilah sahaja
pengingkaran yang buat kita sama terkapar
di jurang penantian akan rindu membatu
bukankah kau aku telah ikat simpul mati padi
takkan pernah terlerai
meski darah telah kau muntahkan
meski kenang telah kau tepiskan
aku bersiteguh semayam dalam sukmamu !

0 komentar:
Posting Komentar