Sinar matahari menyembul dari kisi jendela.
Pagi telah datang. Ling perlahan membuka matanya yang terasa berat dan kepalanya yang terkena'hang over' terasa berdenyut sakit tak tertahankan. Pasti akibat minuman setan yang dihabiskannya semalam. Sontak dia terkejut,mata nya melotot lebar,didapatinya tubuhnya hanya terbelit selimut tanpa sehelai benangpun ! Dengan tergesa-gesa panik Ling terburu-buru memakai pakaiannya yang terlipat rapi di nakas samping tempat tidur itu sambil berfikir,Ray kah yang mengajaknya ketempat ini. Tapi dia menggeleng kuat-kuat,biarpun Ray 'ndableg' setengah mati,dia tahu persis bahwa Ray tak akan berani menjamah tubuhnya. Lalu Ling berlari kearah pintu,dicobanya membuka kenop pintu kamar tersebut,dan terperanjat manakala didapatinya pintu terkunci dari luar,spontan dia menggedor-gedor pintu tersebut dengan panik. "Ya Tuhan,apa yang terjadi denganku..mungkinkah dia diculik ?"batinnya amat frustasi.
Di sudut kota yang lain,Ray dan Ra terlibat percekcokan yang sengit.
"Kenapa tak kau jaga dia,Ra ! bukankah kau yang menelponnya dan mengajaknya pergi !"
"Ray,aku tidak mengajaknya pergi kemarin,dia sendiri yang menawarkan dirinya untuk bertemu denganku karna dia bilang kau sedang berkumpul sama teman-teman kantormu yang cowo semua,dan dia gak mau jadi kambing congek ditengah-tengah kalian !"
"Lalu apa yang kita lakukan sekarang ? menelpon polisi ? sementara belum 24 jam Ling menghilang,dan pasti akan cuma ditertawakan saja sama polisi,karna semalam Ling habis mabuk !"
Kembali Rara terdiam penuh sesal,seharusnya dia menjaga Ling,bukannya malah menyeretnya kedalam persoalan yang seharusnya dia saja yang merasakannya.
Handphone seluler Rara bergetar,buru-buru diangkatnya karena diharapkan Ling yang menelpon dari suatu tempat. Setelah terjadi perbincangan yang cukup serius,Ra kembali terkulai lemas..salah seorang sahabatnya mengabarkan bahwa minggu lalu di Cafe sebelah ada juga seorang perempuan yang menghilang setelah diajak pergi oleh seseorang bertubuh atletis yang ciri-cirinya mirip dengan lelaki semalam. Dan plat mobilnya pun sama 1377 DC. Diberitahukannya Ray perihal telpon dari temannya tersebut,terlihat otot rahang Ray menegang menahan amarah.
"Awas kalo aku sampai bertemu lelaki sontoloyo tersebut,akan ku habisi dengan tanganku sendiri !" sahutnya geram.
Rara tak mampu lagi menahan air mata yang sejak tadi ditahannya keluar. Tubuhnya tergoncang menahan isakan serta sesal yang menghimpit dadanya.
"Maafkan aku,Ray..memang ini semua salahku. Aku memang hanya perempuan pembawa sial saja,hikz !"
"Ssst,udah Ra..maafkan aku ya,aku sungguh tak bermaksud menyalahkanmu,memang aku sendiri yang terlampau egois,seharusnya aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ling." Ray mencoba menghibur Rara dengan mengusap bahunya pelan.
Di kamar tempat dimana Ling berada,terlihat Ling dilanda ketakutan yang amat. Sungguh menyesal dia tadi malam tidak mendengar suara hati kecilnya untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Tampaknya penyesalan selalu datang diakhir cerita ketika segala ikhwal sudah sedemikian terlambat. Batinnya ngeri membayangkan apa yang terjadi semalam atas dirinya,mungkinkah dia diperkosa ? Seribu tanya hanya menggantung di langit-langit kamar. Air matanya bercucuran menangisi kebodohannya sendiri,padahal Ibunya sudah sering mengingatkan supaya dia jangan terlalu gampang percaya dengan orang lain.Hati-hati,nak dengan yang namanya lelaki,kamu ini perempuan yang sedang mekar-mekarnya. Siapapun pasti ingin memetikmu dengan segala rayu dan goda,kalau mereka sudah mendapatkan satu-satunya kehormatan dan kebanggaanmu yakinlah nak,mereka akan meninggalkanmu dalam duka lara. Tak ada satupun laki-laki yang mau memperistri perempuan yang terlampau gampangan,camkan itu baik-baik." Sampai semalam masih diikutinya semua nasihat ibunya meskipun mereka sering bertengkar masalah sepele,namun ia sangat mempercayai ibunya. "Ya Tuhan,maafkan aku yang sering melupakanmu. Semua rasa bersyukurku tak diimbangi oleh perbuatan yang baik. Diucapkannya istigfar dan mohon ampun atas dosa-dosanya,seraya berdzikir dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara anak kunci diputar,dan pintu terbuka lebar. Memperlihatkan seorang lelaki bertubuh kekar,berkulit putih dengan rambut cepak dan air muka kekanakan.
"Halo manis,sudah terbangun kau rupanya..kepalamu pasti amat pusing dan perutmu juga pasti lapar. Aku bawakan burger dan kentang,makanlah sayang." Abi mengatakannya dengan lembut,namun sorot mata jahat,culas dan dingin terlihat jelas dari sinar matanya yang setajam elang.
"Apa yang kau lakukan semalam,Abi..kenapa aku terbangun dengan tidak mengenakan apapun !" Ling berteriak panik. Kemudian dia berlari kearah pintu dan dengansatu sentakan Abi menangkap lengannya kuat-kuat dan Ling meringis kesakitan.
"Tenang,cantik..kita semalam tak berbuat apapun. Aku bukan jenis lelaki tolol yang mau bercinta dengan perempuan yang sedang tidur. Kita akan segera bercinta,dengan kehendaak dan gairahmu tentu saja,sekarang jadilah anak manis dan makan ini,sayang..aku ingin kau cukup punya tenaga untuk melayaniku nanti malam !"
"Tidak !" Biarkan aku pergi,bangsat ! Ling meronta-ronta dalam bekapan tangan kekar Abi.
"Sabar sayang,mungkin kau kini masih pusing..tapi nanti malam kau pasti akan memohon untuk bercinta denganku sampai pagi menjelang. Kau lihat cairan bening ini,ini obat perangsang yang akan buatmu menggigil penuh damba padaku,hahahaha !"
Suara tawa abi menggema di rumah besar yang kosong tersebut. Kemudian Abi menghentakkan tangannya dengan kasar dan melemparkannya ketempat tidur. Lalu mengunci pintu dari luar.

0 komentar:
Posting Komentar