Senin, 10 Januari 2011

kubiarkan kau


kubiarkan kau menjejak inginmu
menjemput mimpi yang tak pernah bisa kupenuhi untukmu
mengabaikan luka seolah hadirnya tak pernah ada
bercangkir-cangkir kopi itu jadi saksi penantian kita untuk saling menemu
meski tahu dengan pasti hanya saling mendulang semu
kau aku menatap bisu takdir yang memukul koyak batin kita
membiarkan saja segala sumpah serapah hiasi bibir seolah akan mematikan cinta 
tapi tidak,cinta itu tetap bersemayam dalam dada 

kala malam itu kau serahkan separuh hatimu untukku
masih tetap kujaga hingga kini
kutempatkan dalam bejana suci kudekap tak kubiarkan seorangpun hampiri
kubiarkan separuh jiwaku kau wadahi pahit getirmu
yang kau selubungi gelak namun tak mampu duka kau elak

disini aku mengukir doa untuk menumbuhkan akar bahagiamu
hingga suatu saat nanti dahannya akan terjulur meneduhkan semesta
dan pahit yang kita berdua rasa kini akan berubah jadi madu dikehidupan yang lain
bercahayalah,sayang..
jadilah sangga untuk istana yang kau bangun
teguhkan pancangmu untuk mencengkram cakrawala

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog