Minggu, 02 Januari 2011

Maafkan aku,matahariku


Maafkan aku,matahariku. Bukan maksudku halangi sinarmu jatuh ke bumi,semata rinduku yang tak berkesudahan padamu. Aku marah,bukan pada dirimu,tapi pada hatiku yang tetap saja memelihara cintaku untukmu. Pecundang,yaa aku memang pecundang yang pantas kau hina,kau cela bahkan kau injak-injak serupa becekan tanah yang tiada arti bagimu. 

Maafkan aku,matahariku. Dunia gelapku memang terbias cahayamu,namun tak mampu buatku melihat dalam pekatnya jalan yang sejak kau berlalu menjadi demikian gulita. Kau ada disana namun takkan pernah ku mampu tuk sekedar merengkuhmu walau sekejap.

Berkali kutanya mengapa,pada waktu yang demikian sombong memisahkan kita. Pada nyata yang begitu kejam menggorok nadi kenangan.

Namun semilir angin hanya berbisik untuk bersegera lupakan hadirmu,dedaunan menghardik untuk aku memaki mu. Tapi tidak,sayang..aku takkan pernah bisa tuk sekedar menyapamu. Perih itu begitu mengalir dalam darahku. Hanya satu tanyaku,sampai kapan luka ini akan terus menganga hingga ku bisa menatap fajar dengan wajah mendongak,tak lagi tertunduk dalam sesal di timbunan dosa yang pernah kita tumpuk bersama.

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog