Minggu, 17 April 2011

tepian galau

tlah kusisihkan
galau yang hinggap dengan namamu yang selalu ada
di tepian nista bersandingkan cinta tanpa warna
tak ada sepotong sajak mampu bersuara
selain torehan bertinta duka
yang kau pilin dalam tiap lembarnya

aku hanya berdiam di sudut
rasakan rindu dengan bibir tergigit pilu
karena ku tau tak semestinya rasa ini ada
biarlah jadi sepenggal kisah 
yang tersimpan rapi
dalam mimpi tanpa pejamnya mata

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog