betapa derai
mengaliri sudut mata hanya sebuah noktah merah pengharapan
meski tau tak membendung laku
hempaskan beban seolah tak ada lagi nyanyian sunyi
mungkinkah aku berpura
sementara cinta yang kudamba tak lagi ada
dia hanya jelma dari setiap sosok yang kukira ada
berjalan ringkih meski tak lagi merintih
mengisi hampa dalam setiap rongga nyeri
hanya bercengkrama dengan asap rokok
dan bersandar pada ilusi

0 komentar:
Posting Komentar