ku serahkan kau pada semesta
dimana kau terlahir kala itu
ku kemas rapat hati tuk gamit luka
berharap tawa kan terlukis kembali
pada angin kulihat secercah senyummu
pada hujan kulongok masih berupa riuhmu
pada tanah yang kuinjak kuraba hadirmu mengabu
pada mendung yang menggulung ku cari arti hadirmu dulu
kutunaikan janji pada matahari
kibaskan derai perih yang mengerak dalam nadi
dan entah dimasa nanti
bilakah aku tak mengingatmu kembali
dalam tiap bait doa masih namamu
yang bersandar memeluk hatiku
dalam tiap tarikan nafas
masih saja namamu yang mengalun
ikhlaskan aku, Tuhan


0 komentar:
Posting Komentar