kaca dua arah
cerita kisah memerah
dua pasang mata saling tatap tanpa bicara
hanya senyum penuh makna
apakah kau masih ingat itu, kasih ?
ruang hening dimana aku bertopang dagu kini
jadi saksi oleh riuhnya misteri
tentang aku, kau, dan hati yang saling menyenggamai
bahagia berpelangi di angkasa
pendar rasa berkilau di segala warna
jantung melonjak oleh sapa hangatmu nan manja
rajuk kau pilin bersamaan detak jam yang selalu menggoda
batang rokok terhisap tuk redakan gemuruh dalam dada
sesap kopi pelan di teguk tuk sekedar tutupi buncah jiwa
raga kita berdua berselimut cinta yang dikira rayuan semata
dan hadir tanpa di duga rasuki pori susupi lembar asa
dan kini
rinduku tenggelam dan lontar keangkasa
memaki, tangisi, tertawai, lalu diam seribu bahasa
getar jemari dan kernyit kening kian sakit
cacah otak hingga terdampar pada kelopak kamboja
selepas dini hari lima bulan yang lalu
seretku pergi dari warasnya diri
terantuk pada lubang tanpa tepi
janjiku dulu kan selalu kupenuhi
untuk takkan pernah bosan padamu !

0 komentar:
Posting Komentar