kau ada disana
hidup dalam deretan abjad yang ingin ku lupa
menggeser pancang
yakinku atas diri
tak lagi ku berharap
namun tak jua ku hilang ingat
kelebatan tawa yang pernah kita nikmati
di sisipkan nyeri hingga membirahi
bayangmu lesap di balik kerudung kemaslahatan
tertunduk peruh risau
bersama bening yang mengkristal
hening ini membingkai jiwaku dan jiwanya
cinta yang dibaluri air mata
bermahkota pengorbanan
adalah kotoran kerbau belaka !
kutunggangi pegasus
kucambuk hingga melesat jemput matahari
tak di sangka hanya pekat yang menyapa
empat sudut kembali membayang

0 komentar:
Posting Komentar